Dwi Widya's


Mengenali Obat Batuk

Posted in Healty Life oleh Dwi Widya pada Maret 31, 2010

Kita seringkali bingung dalam memilih obat batuk mana yang ingin kita beli. Begitu banyak ragam obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Apalagi jika kita melihat iklan di radio atau televisi, tiap produsen berlomba-lomba menawarkan obat batuk dengan formula terbaru, efek sembuh tercepat, atau bahkan formula tanpa kantuk karena selama ini obat batuk identik dengan efek mengantuk.

Padahal, jenis batuk tidak bisa disamakan, apalagi karena penyebabnya bisa bermacam-macam. Tak heran apabila kita mencoba mengobati sendiri, jarang membawa kesembuhan.

Penyebab Batuk

Batuk adalah suatu mekanisme perlindungan berupa reflek fisiologis yang bertujuan untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernapasan dari ‘benda asing’ yang merangsang terjadinya reflek tersebut.
Reflek batuk dapat ditimbulkan oleh :
1. Rangsangan mekanis, misalnya asap rokok, debu, tumor
2. Adanya perubahan suhu mendadak
3. Rangsangan kimiawi, misalnya gas dan bau-bauan
4. Adanya peradangan / infeksi
5. Reaksi alergi

Selain oleh kelima penyebab di atas, batuk pun merupakan gejala yang lazim terjadi pada penderita penyakit typus, penderita dekompensasi jantung dan pada penderita penyakit cacing gelang.

Perlu diketahui bahwa ada batuk yang produktif (karena mengeluarkan zat-zat asing dan dahak dari tenggorokan) dan ada pula yang tidak produktif atau kering. Atau pengeluaran dahak memang tidak mungkin, misalnya pada tumor.

Pemilihan Obat Batuk

Sebelum memilih obat yang cocok, kita harus tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk. Misalnya, batuk yang disebabkan oleh infeksi harus diberikan obat yang berkhasiat membunuh kuman, dan jangan diberi obat untuk melawan alergi. Dan penderita batuk karena alergi tidak perlu diberi antibiotik.

Jenis obat batuk dapat dibagi dalam dua golongan obat :
1. Expectorantia

Obat batuk ini ditujukan untuk jenis batuk berdahak, karena dapat mempertinggi sekresi saluran pernapasan atau mencairkan dahak. Kandungan obat batuk yang mungkin ada dalam jenis expectorantia ini adalah zat yang bersifat mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan, misalnya guaiafenesin atau gliserin guaiacolat (GG), ammonium klorida (NH 4 Cl), dan kalium yodida (KI). Obat batuk jenis ini seringkali dicampur dengan ramuan tumbuh-tumbuhan seperti jahe dan mint sehingga memberikan rasa hangat pada tenggorokan.
2. Non-expectorantia

Obat batuk ini ditujukan untuk jenis batuk kering. Ada dua golongan zat aktif yang biasa digunakan, yaitu :
• Golongan Alkaloid Morfin, seperti kodein, dionin, dan lain-lain. Obat ini bersifat narkotis dan menimbulkan ketagihan, karenanya hanya dapat dibeli dengan resep dokter
• Golongan Non-Morfin, di mana jenis zat aktif ini tidak menimbulkan ketagihan seperti dextromethorphan (DMP).

Untuk batuk yang yang disebabkan oleh infeksi/peradangan, diperlukan obat-obat antibiotik yang harus melalui pemeriksaan yang seksama oleh dokter.

Saat ini banyak produsen obat batuk memasang jargon ‘tanpa efek kantuk’ pada formulanya. Hal ini karena pada formula obat batuk biasanya mengandung zat antihistamin, yang bekerja sebagai anti alergi. Zat-zat antihistamin inilah yang menyebabkan timbulnya efek kantuk. Obat batuk tanpa efek kantuk biasanya tidak mengandung zat antihistamin sama sekali, atau menggunakan zat antihistamin golongan baru yang tidak memiliki efek mengantuk. Antihistamin dengan efek samping kantuk yang biasa terdapat dalam formula obat batuk adalah Chlorfeniramine maleat atau CTM dan difenhidramin.

Seringkali produsen memformulasikan obat batuk untuk berbagai jenis batuk, di mana dalam satu formula terdapat bahan aktif pengencer dahak, bahan aktif untuk batuk kering, dan disempurnakan dengan penambahan antihistamin untuk mendapat efek ‘paripurna’, satu obat untuk semua. Sebenarnya langkah ini kurang tepat karena penderita harus minum obat yang seharusnya tidak diperlukan, yang berarti menambah penggunaan bahan kimia dalam tubuh yang sedikit banyak pasti memberikan pengaruh bagi tubuh kita. Apalagi perlu diingat bahwa pada dasarnya, obat adalah ‘racun’.
Kebanyakan orang menganggap ringan penyakit batuk, dan mengira bahwa penyakit ini bisa hilang sendiri. Walau demikian, bukan tidak mungkin bahwa batuk yang berkepanjangan, selain sangat menjengkelkan dan bisa menular, bisa juga menimbulkan infeksi sekunder pada saluran pernapasan. Sebaiknya, bila dalam tiga hari batuk tidak kunjung mereda, periksakan diri Anda ke dokter.

mediasehat.com

Kenapa sih kita terus aksi untuk Palestina ??

Posted in Bumiku oleh Dwi Widya pada Maret 21, 2010

We will not go down in the night, without a fight, you can burn up our mosques and our homes and our schools. But our spirit never die, we will not go down, in gaza toninght !!!

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNYA pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke AL MASJIDIL AQSHA YANG TELAH KAMI BERKAHI SEKELILINGNYA agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda ( kebesaran ) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
( QS Al Isra : 1 )

Palestina sangat istimewa bagi umat Islam bahkan oleh seluruh alam semesta, karena :

1. Di tanah Palestina berdiri AL MASJIDIL AQSHA, yang dikenal juga sebagai BAITUL MAQDIS, yang merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Allah Swt mengalihkannya ke Al Masjidil Haram hingga sekarang. Di Madinah terdapat saksi sejarah yang nyata dan menguatkan peristiwa perpindahan kiblat, yaitu Masjid Qiblatain ( masjid 2 kiblat ) yang mana disitulah kaum muslimin mendirikan satu sholat, setengahnya menghadap ke Baitul Maqdis dan setengahnya lagi menghadap ke Ka’bah di Makkah. Sampai sekarang Masjid ini tetap berdiri dengan beberapa renovasi oleh pemerintah Saudi Arabia. Bagaimana mungkin kita akan melupakan bukti bukti jelas yang telah dipaparkan dalam Al Qur’an.

“Orang orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata : “Apakah yang memalingkan mereka ( umat islam ) dari kiblatnya ( baitul maqdis ) yang dahulunya mereka telah berkiblat kepadanya ?”, Katakanlah “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat ; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNYA ke jalan yang lurus. Dan Kami tidaklah menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu ( sekarang ) melainkan agar Kami mengetahui ( supaya nyata ) siapa yg mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh ( pemindahan kiblat ) terasa amat berat, kecuali bagi orang orang yang telah di beri petunjuk oleh Allah dan Allah tidak akan mensia siakan imanmu” ( QS. Al Baqarah : 142 – 143 )

2. Baitul Maqdis, negeri ISRA’ MI’RAJ ( setiap tahun kita peringati, bahkan jadi hari libur nasional RI )

Allah telah menjadikan Baitul Maqdis sebagai pemberhentian terakhir perjalanan Isra’ di bumi dan permulaan perjalanan mi’raj ke langit. Iradah Allah telah menghendaki untuk memulai perjalanan Isra’ Nabi Muhammad di bumi pada malam yang penuh berkat itu dari masjidil haram di mekkah. Allah menghendaki akhir terminal perjalanannya di bumi di Masjidil Aqsha. Hal tersebut bukan sesuatu yang kebetulan atau sia sia, tetapi ia merupakan peraturan Ilahi dan demi hikmah rabbani, yaitu supaya penutup para Rasul bertemu dengan para Rasul dan Beliau menjadi imam mereka dalam sholat. Hal ini merupakan isyarat pemberitauan tentang pemindahan kepemimpinan agama bagi dunia dari Bani Israel kepada umat yang baru, Rasul yang baru, Kitab yang baru, yaitu umat sedunia, Rasul sedunia dan kitab sedunia.

3. Baitul Maqdis kota besar islam ke tiga

Kota terbesar pertama adalah mekkah al mukarramah, yang dimuliakan Allah dgn masjidil haram-Nya, kota besar yang kedua adalah madinah al munawwarah, yang dimuliakan Allah dgn adanya masjid an nabawi dan mengandungi makam rasulullah saw dan kota terbesar yg ketiga dalam islam adalah baitul maqdis yang dimuliakan Allah dgn masjidil aqsha yang diberkati sekelilingnya oleh Allah swt.

4. Negeri persiapan jihad

Baitul maqdis bagi kaum muslimin adalah negeri persediaan dan jihad. keterangan al qur’an tentang masjidil aqsha dan penjelasan hadis tentang fadilah sholat di sana adalah merupakan suatu kabar gembira bahwa baitul maqdis akan ditakluki oleh kaum muslimin ( karena pada zaman rasul saw baitul maqdis belum dapat ditakluki oleh kaum muslimin ) dan akan menjadi milik kaum muslimin. mereka akan memperbanyakkan pemergian ( musafir ) ke mesjidnya untuk beribadah di sana. hal ini telah terbukti di mana dahulunya kota ini bernama eliyah telah dapat ditakluki pada zaman khalifah yang kedua ; umar ibnu al khatab.

Sejak jatuhnya baitul maqdis pada juni 1967, israel telah melakukan perbuatan perbuatan keji dan menyakitkan hati umat islam terhadap masjid al aqsha. berikut ini adalah bentuk bentuk kejahatan mereka terhadap masjid al aqsha :

1. menciptakan ritual baru di dinding masjid al aqsho yang disebut “dinding ratapan” satu bentuk peribadatan baru yang tidak tertulis di dalam kitab taurot, talmud maupun kitab kitab kuno para pemimpin agamanya. kawasan tersebut di rampas dari umat islam.

2. membakar masjid al aqsha pd thn 1969

3. menggali berpuluh puluh terowongan dan menciptakan ruang ruang khusus untuk ritual, musium dll yang berada tepat di bawah masjid al aqsha

4. membangun sebuah kota agama untuk para wisatawan asing maupun lokal, dan bisa dinikmati oleh para pengunjung khususnya para generasi muda yahudi.

5. israel sengaja membuat kota wisatawan itu dari batu batu buruk dan arsitektur klasik yang seakan akan menggambarkan bahwa ia telah berusia ratusan tahun, gunanya untuk mengelabui para wisatawan dan khususnya generasi baru yahudi bahwa haikal sulaiman itu memang wujud dibawahnya.

6. mengizinkan para wisatawan asing maupun lokal untuk memasuki masjid al aqsha

7. melarang umat islam yang berusia di bawah 44 tahun memasuki dan sholat di dalam masjid al aqsha

8. mendirikan pemukiman pemukiman baru bagi warga yahudi yang dekat dgn masjid dng cara merampas tanahnya dari para pemiliknya bangsa Palestina. Sehingga masjid al aqsha sekarang sudah mulai terkepung dng pemukiman pemukiman baru warga yahudi

9. membangun tempat tempat maksiat semisal cafe cafe untuk berdansa dan meminum minuman keras persis di depan mihrab masjid al aqsha

Bentuk kejahatan terbaru zionis israel terhadap masjid al aqsha sekarang ini adalah melalui cara penutupan dan penyerbuan atas sejumlah sekolah islam yang berdekatan dgn masjid al aqsha, penyerbuan beberapa rumah di wilayah sekitarnya, penutupan SMU putri al aqsha yang terletak persis di dalam masjid al aqsha, dan pengusiran para siswi dari sana, pengusiran umat islam yang sedang i’tikaf padahal mereka adalah orang orang tua dan juga penutupan SMU syariah di dalam masjid al aqsha, pelarangan terhadap para pemuda untuk sholat didalamnya. Penangkapan warga yang melawan peraturan jahat zionis israel. kesemuanya ini tersimpul dalam pengepungan atas masjid al aqsha secara ketat sehingga mengurangi jumlah jamaah shalat, sekaligus menjauhkan umat islam dari kepemilikan masjid ini. israel juga terus menerapkan rencana rencana jahatnya di al quds timur dan melakukan pelanggaran pelanggaran yang sangat serius.

Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk bisa menolong saudara saudara kami yang tertindas di Palestina…, kuatkanlah azzam mereka…, berikanlah mereka kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi musuh musuhMU dan musuh nabiMU.. kembalikanlah masjid al aqsha ke dalam genggaman kami,.. wahai Zat Yang Maha Perkasa..

Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah diantara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah. kokohkanlah mereka atas agama RasulMU saw, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dgn mereka, menangkan mereka atas musuhMU dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.

Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan.

Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk.

Ya Allah, siksalah orang kafir yang menghalangi jalanMU, mendustai rasul rasulMU, membunuh kekasih kekasihMU, ceraiberaikan persatuan dan kekuatan mereka, jadikanlah keburukan melingkari mereka, wahai rabb alam semesta. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu, wahai Rabb alam semesta…

KOMITE NASIONAL untuk RAKYAT PALESTINA ( KNRP )
021 68884761
knrp.pusat@yahoo.com

Duduk Lama Dapat Sebabkan Nyeri Pinggang Bawah !

Posted in Healty Life oleh Dwi Widya pada Maret 12, 2010

Bekerja di kantor, di pabrik, di pasar, dan di rumah tidak terlepas dari posisi duduk.
Tukang jahit, tukang sayur, kasir, murid sekolah, pegawai bank, pegawai perusahaan, pekerja di depan komputer, penjaga tol, sopir, dan pedagang juga tidak terlepas dari bekerja dengan posisi duduk.

Masalah kesehatan apakah yang dapat ditimbulkan karena duduk ini? Ternyata, sekitar 60 persen orang dewasa mengalami nyeri pinggang bawah karena masalah duduk. Suatu penelitian di sebuah rumah sakit menunjukkan bahwa pekerjaan dengan duduk lama (separuh hari kerja) dapat menyebabkan hernia nukleus pulposus, yaitu saraf tulang belakang “terjepit” di antara kedua ruas tulang belakang sehingga menyebabkan selain nyeri pinggang juga rasa kesemutan yang menjalar ke tungkai sampai ke kaki. Bahkan, bila parah, dapat menyebabkan kelumpuhan.

Mengapa duduk lama dapat menyebabkan nyeri pinggang bawah? Duduk lama dengan posisi yang salah akan menyebabkan otot-otot pinggang menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Dan, bila ini berlanjut terus, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus. Bila tekanan pada bantalan saraf pada orang yang berdiri dianggap 100 persen, maka orang yang duduk tegak dapat menyebabkan tekanan pada bantalan saraf tersebut sebesar 140 persen. Tekanan ini menjadi lebih besar lagi 190 persen bila ia duduk dengan badan membungkuk ke depan. Namun, orang yang duduk tegak lebih cepat letih karena otot-otot punggungnya lebih tegang. Sementara orang yang duduk membungkuk kerja otot lebih ringan, namun tekanan pada bantalan saraf lebih besar.

Setelah duduk selama 15-20 menit, otot-otot punggung biasanya mulai letih. Maka, mulai dirasakan nyeri pinggang bawah. Penelitian terhadap murid sekolah di Skandinavia menemukan 41,6 persen yang menderita nyeri pinggang bawah selama duduk di kelas, terdiri dari 30 persen yang duduk selama satu jam, dan 70 persen yang duduk lebih dari satu jam.

Bila merasakan nyeri pinggang bawah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berdiri. Berelaksasi setiap 20-30 menit sangat penting untuk mencegah ketegangan otot. Berdiri dan meluruskan pinggang bawah beberapa kali sangat menolong. Jalan-jalan satu jam sekali juga sangat menolong mengurangi ketegangan otot.

Hal-hal yang harus dihindari selama duduk supaya tidak terjadi nyeri pinggang bawah antara lain jangan duduk pada kursi yang terlalu tinggi, duduk dengan membengkokkan pinggang, atau duduk tanpa sandaran di pinggang bawah (pendukung lumbal). Selain itu, selama duduk perlu menghindari duduk dengan mencondongkan kepala ke depan karena dapat menyebabkan gangguan pada leher, duduk dengan lengan terangkat karena dapat menyebabkan nyeri pada bahu dan leher, serta duduk tanpa sokongan lengan bawah karena dapat menyebabkan nyeri pada bahu dan pinggang.

Bagaimanakah duduk yang benar? Sebaiknya duduk dengan punggung lurus dan bahu berada di belakang serta bokong menyentuh belakang kursi. Seluruh lengkung tulang belakang harus terdapat selama duduk. Caranya, duduklah di ujung kursi dan bungkukkan badan seolah terbentuk huruf C. Setelah itu, tegakkan badan buatlah lengkungan tubuh sebisa mungkin. Tahan untuk beberapa detik kemudian lepaskan posisi tersebut secara ringan (sekitar 10 derajat). Posisi duduk seperti inilah yang terbaik. Duduklah dengan lutut tetap setinggi atau sedikit lebih tinggi panggul (gunakan penyangga kaki bila perlu) dan sebaiknya kedua tungkai tidak saling menyilang. Jaga agar kedua kaki tidak menggantung. Hindari duduk dengan posisi yang sama lebih dari 20-30 menit.

Selama duduk, istirahatkan siku dan lengan pada kursi atau meja, jaga bahu tetap rileks. Bila duduk dengan kursi beroda dan berputar, jangan memutarkan pinggang selama duduk, sebaiknya putarkan seluruh tubuh. Bila berdiri dari posisi duduk, usahakan berdiri dengan meluruskan kedua tungkai. Hindari membungkukkan badan ke depan pinggang, segera luruskan punggung dengan melakukan 10 kali gerakan membungkukkan badan selama berdiri.

Selain tindakan pencegahan tersebut di atas, yang terpenting adalah perlu adanya program kegiatan olahraga senam untuk mengurangi maupun mencegah nyeri pinggang bawah pada setiap pekerja sebelum memulai hari kerjanya. Di samping itu, hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah desain kursi yang ergonomis. Perusahaan LA Times mengurangi kerugian jutaan dollar AS akibat nyeri pinggang bawah, leher, bahu, dan pergelangan tangan di antara pekerjaan sebesar 50 persen, dengan memperbaiki sistem ergonomi (antara lain desain kursi yang sesuai dan sikap duduk) dan sering istirahat.

Sikap duduk yang benar adalah pertama duduk dengan sikap membungkuk ekstrem. Kemudian setelah beberapa detik, secara perlahan tegakkan punggung dan lengkungkan. (Jangan mempertahankan terlalu lama posisi ini karena dapat menyebabkan ketegangan otot punggung). Kemudian, relaksakan lengkung lumbal sekitar 10 persen agar sikap tubuh benar. Bekerjalah dengan sikap seperti ini selama duduk.

Sumber: http://www.depkes.go.id (oleh Dr. Diana Samara – Jakarta, Kompas 11 Agustus 200)

Makanan Kesehatan Bagi Para Pekerja Di Depan Komputer

Posted in Healty Life oleh Dwi Widya pada Maret 8, 2010

Apakah minimal selama 8 jam Anda selalu bersama komputer, kerap begadang dan mengisi perut Anda dengan “makanan buangan”? Apakah Anda mempunyai gejala mata lelah, pegal linu atau gejala lainnya? Jika jawabannya ya, maka Anda harus melakukan penyesuaian diri dengan menu makanan. Satu hal yang terpenting adalah segera penuhi gizi, mengatur menu makanan Anda. Di antaranya dengan makanan yang bisa menguatkan otak, memelihara mata dan menguatkan tulang. Ketiga aspek ini adalah yang paling pokok.

Menguatkan otak
Lemak adalah zat penting untuk menguatkan otak. Kerumitannya dalam mengembangkan dan mengasah otak memiliki fungsi yang sangat penting. Makanan tipikal adalah buah berkulit keras, wijen, hewan yang diternak secara alamiah dsb.

Protein adalah dasar materi dalam aktivitas inteligensia, adalah materi penting dalam proses pengekangan dan pengendalian rangsangan sel otak. Makanan tipikal adalah daging tak berlemak, telur ayam, ikan dsb.

Dan karbohidrat adalah sumber energi aktivitas otak. Setelah mengurai menjadi glucosa di dalam tubuh segera menjadi sumber utama pada otak. Makanan tipikal adalah palawija, beras bulu, gula merah, kue-kue dsb.

Vitamin C yang cukup dapat membuat fungsi otak besar menjadi lincah, peka sekaligus meningkatkan inteligensi. Makanan tipikal adalah jenis buah-buahan segar, sayur mayur kuning dan sayur hijau.

Vitamin B kompleks membantu aktivitas kecerdasan. Disini termasuk vitamin B1, B2, asam daun dsb. Saat vitamin B kompleks sangat tidak mencukupi, dapat mengakibatkan gangguan mental, mudah resah dan gelisah, tidak konsentrasi, dan sukar menjaga ketenangan pikiran. Makanan tipikal adalah jamur, sayur hutan (tumbuhan liar yang dapat dmakan) dsb.

Buah berkulit keras kaya dengan kandungan protein, tidak mengenyangkan dan asam lemak, lesitin, garam anorganik dan vitamin, sesering mungkin mengkonsumsi sangat baik dalam memperbaiki dan suplai gizi pada otak.

Jamur memiliki efek pengobatan yang lebih nyata terhadap tekanan darah dan pengerasan pada pembuluh nadi, memiliki fungsi menghilangkan lelah, meningkatkan semangat, menstabilkan mental, mencegah kekurangan darah dan gejala penyakit kanker dsb.

Telur ayam kaya dengan protein, lesitin, vitamin dan kalsium, fosfor, besi dll, adalah zat mutlak metabolisme otak. Selain itu, telur ayam juga lebih banyak mengandung asetilkolina yang mutlak dibutuhkan otak untuk mengingat.

Ikan dapat mensuplai sejumlah besar protein bagi otak, asam lemak dan kalsium, fosfor, vitamin B1, B2 dsb, mereka adalah zat penting pembentukan sel otak dan meningkatkan vitalitasnya.

Kimcam (hemerocallis flava) kaya dengan kandungan protein, lemak, kalsium, besi, vitamin B1, semua ini adalah zat yang diperlukan untuk metabolisme otak, karena itu ada istilah “sayur penguat otak”.

Bawang Bombay mengandung zat yang dapat mengencerkan darah, memperbaiki suplai darah otak, sangat baik dalam menghilangkan kepenatan pikiran dan stress berat, dengan mengkonsumsi setengah bawang setiap hari dapat memberi hasil yang baik bagi penguatan otak.

Jawawut kaya dengan protein, lemak, kalsium, besi, vitamin B1 dan kandungan gizi lainnya, mempunyai istilah makanan pokok penguat otak. Jawawut juga memiliki efek pencegahan dan pengobatan saraf lemah.

Longan atau lengkeng bermanfaat bagi jantung dan limpa, menambah darah menenangkan saraf. Segala kelupaan, susah tidur, denyut jantung cepat, inteligensi menurun dll yang disebabkan lemahnya limpa dan jantung, dapat mengaturnya kembali dengan mengkonsumsi buah lengkeng.

Jeruk besar atau jeruk bali kaya dengan vitamin A, B1 dan C, tergolong makanan alkali yang tipikal, dapat menghilangkan sejumlah besar makanan asam terhadap resiko yang disebabkan sistem saraf. Dengan sering mengkonsumsinya dapat meningkatkan semangat, meningkatkan daya ingat dan menyegarkan otak. Selain itu, jeruk semacamnya juga memiliki efek yang sama.

Melindungi Mata

Vitamin A dan B karotin berguna menguatkan hati menjernihkan penglihatan, dan mengurangi mata lelah. Vitamin A terutama terdapat pada hati aneka hewan, dalam minyak hati ikan dan kuning telur. Makanan nabati hanya bisa mensuplai sumber vitamin A. Vitamin B karotin terdapat pada wortel, tomat, bocai, kucai, apricot, ubi jalar dan pada sayur atau buah hijau dan kuning.

Vitamin C juga sangat baik bagi mata. Kandungan vitamin C di mata kita lebih banyak berlipat ganda dibanding dalam cairan darah. Seiring dengan meningkatnya usia, kandungan vitamin C menurun drastis, gizi pada lensa mata memburuk, lama kelamaan dapat timbul denaturasi (perubahan pada suatu benda) pada lensa mata. Karena itu harus banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C.

Wortel kaya dengan kandungan sukrosa, glukosa, pati dsb, di dalamnya paling banyak mengandung Vitamin A, dan manfaatnya sama seperti minyak hati ikan. Selain itu, wortel juga kaya dengan kadar karotin, dapat melindungi atau memelihara kesehatan mata dan kulit.

Bocai mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kalsium, fosfor, besi, karotena, laktoflavin dsb, ia bukan saja sayuran yang bernilai gizi tinggi, sekaligus juga merupakan produk bermutu merawat mata.

Tomat kaya dengan vitamin, mineral, karbohidrat, asam organik dan sedikit kandungan protein. Karena mengandung keasaman, maka memiliki fungsi melindungi vitamin C, tidak mudah rusak dalam proses dimasak.

Kucai kaya dengan vitamin A kompleks, vitamin C, juga mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin dan minyak yang cepat menguap. Selain itu, kucai juga mengandung zat antibiotik, memiliki fungsi sebagai penyedap makanan dan membunuh bakteri.

Lycium chinense kaya dengan karotena, vitamin A, B1, B2, C, kalsium, besi dsb, adalah gizi yang mutlak untuk kesehatan mata. Sesering mungkin minum teh bunga seruni dan lycium chinense dapat memberi efek perawatan hati dan menjernihkan mata.

Cabe hijau kaya dengan vitamin, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi dan nutrien lainnya, adalah kandungan vitamin C tertinggi di antara semua sayuran.

Apricot mengandung vitamin C yang pas dan kaya vitamin A, di samping itu juga mengandung glucosa, protein, lemak, garam anorganik, vitamin B1, B2 dsb, adalah buah yang nilai gizinya cukup tinggi.

Kurma sangat kaya dengan gizi, mengandung 14 macam asam amino yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, kandungan vitaminnya lebih tinggi daripada appel, dan puluhan kali lipat dibanding dengan buah pisang, mempunyai istilah indah sebagai “pil vitamin aktif”.

Menguatkan Tulang

Kalsium adalah zat pengatur aktivitas hidup tubuh manusia, yakni sumber hidup tubuh manusia. Fungsi fisiologisnya secara normal pada setiap sistem saraf dalam memelihara peredaran darah, pernafasan, saraf, sekresi dalam, pencernaan, otot, tulang, saluran kemih, dan dalam sistem kekebalan tubuh berperan sebagai pengatur yang penting. Tidak ada sistem apa pun dalam tubuh manusia yang fungsinya tidak berhubungan dengan kalsium, keseimbangan kalsium berperan vital dalam menjaga kesehatan dan hidup manusia.

Kandungan kalsium pada susu bukan saja tinggi kadarnya, lagipula asam susu dapat mempercepat penyerapan kalsium, adalah sumber kalsium alami terbaik. Selain itu, kadar kalsium pada produk olahan susu beku dan susu asam juga sangat tinggi, sebaiknya sesering mungkin mengkonsumsinya.

Ebi atau udang kering kaya akan gizi, kalsium, fosfor dan mikronutrien, kadar proteinnya juga sangat tinggi. Ebi dan produk hasil laut lainnya merupakan sumber kalsium yang cukup baik. Kandungan gizi pada sayuran rapa atau sawi dan efek terapinya bisa dikatakan adalah yang terbaik diantara semua sayuran. Kadar kalsium dan zat besi-nya sangat tinggi, dengan sering mengkonsumsinya dapat membersihkan darah dan menurunkan tekanan darah, mempertajam daya lihat dan pemisah racun. Wijen hitam adalah sumber penguat kalsium yag sangat baik, dan efek perawatannya lebih baik berlipat ganda dari pada wijen putih. Bagi yang tidak suka minum susu, bisa diganti dengan tiga sendok wijen hitam sehari. Selain itu, kadar kalsium pada selai wijen juga sangat tinggi.

Makanan kedelai berprotein tinggi, kadar kalsiumnya juga sangat tinggi, lagipula kaya dengan asam amino dan besi yang mudah diserap. Makanan produk kedelai lainnya juga merupakan makanan terbaik untuk mencukupi kalsium, seperti misalnya 150 gram tahu kandungan kalsiumnya mencapai 500 miligram. Selederi kaya dengan gizi, mengandung protein, multi vitamin, mineral dan serat makanan yang mutlak dibutuhkan tubuh. Karena kandungan kalsium dan fosfor pada seledri lebih tinggi, maka ia mempunyai fungsi penenang khusus dan melindungi pembuluh darah. Ganggang merah kaya dengan yodium, kalsium, protein, vitamin A, B dan zat mineral lainnya. Dengan sering mengkonsumsinya dapat menghilangkan kolesterol yang tertimbun pada dinding pembuluh darah, mempunyai efek pengobatan mencegah arteriosclerosis (pengerasan pembuluh nadi).

http://www.indoforum.org/archive/index.php/t-5421.html

Thumuhat Dakwah dan Tarbiyah

Posted in Dien oleh Dwi Widya pada Februari 22, 2010

Suasana Perang Ahzab begitu mencekam lantaran rasa lapar dan dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Persoalannya ditambah lagi dengan pengepungan orang-orang kafir beserta antek-anteknya. Namun rasa suka dan gembira tetap terbesit di wajah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Terpancar dari raut wajah mereka perasaan optimis yang besar untuk menyambut kemenangan.

Ketika beliau bersama para sahabat menggali parit, terdapat bongkahan batu yang keras sehingga mereka menyerahkannya pada Rasulullah SAW. Beliau pun memecahkan batu tersebut dengan palu godamnya. Pukulan Rasulullah SAW. memercikkan api. Waktu itu beliau mengucapkan Subhanallah. Kejadian itupun berulang lagi hingga tiga kali. Hal ini menakjubkan para sahabat.

Kemudian Rasulullah SAW. menceritakan bahwa tatkala muncul percikan api, terpancar gambaran istana Persia disusul dengan istana Romawi dan selanjutnya istana Mauqaqis. Beliau mengatakan sebentar lagi istana Persia menjadi milik kita, istana Romawi akan kita taklukan dan istana Mauqaqis akan kita miliki. Pernyataan tersebut disambut dengan ucapan gembira dari para sahabat, Allahu akbar wa lillahilhamd.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, betapa Rasulullah SAW. telah mendidik para sahabatnya untuk berjiwa besar. Dengan jiwa besar, mereka mampu membangun obsesi meski dalam keadaan lapar, dingin, terkepung dan mencekam. Inilah thumuhat dakwah dan tarbawiyah (obsesi dakwah dan tarbiyah). Obsesi yang luar biasa. Tidak pernah terbayangkan oleh pikiran banyak orang ketika itu. Keadaan yang mencekam, lapar yang menggeliat, dingin yang menusuk. Namun keyakinan akan memperoleh kemenangan selalu bersama mereka. Kemenangan yang akan datang segera atau kemudian.

Perwujudan obsesi bisa datang dalam waktu yang relatif singkat dapat juga hadir di waktu mendatang. Malah realisasi dari sebuah obsesi sering tidak di cicipi oleh si pemiliknya. Memang terkadang obsesi lebih panjang dari pikiran orang bahkan ia lebih panjang dari usia manusia itu sendiri. Meski demikian obsesi selalu ada dalam dinamika kehidupan manusia, karena ia bagian dari tabiat manusia.

Keinginan-keinginan besar menjadi sebuah tabiat manusia sejak ada di muka bumi. Sejak lama kita mendengar ada ungkapan ingin memiliki dunia ini. Ada pula yang ingin hidup seribu tahun lamanya. Juga ada yang ingin bermegah-megah di muka bumi dengan segala kemewahan nya. Ada pula yang ingin menguasai kerajaan langit dan bumi dan masih banyak lagi keinginan besar lainnya. Keinginan besar ini sering pula mengarah pada hal-hal negatif namun tidak sedikit juga pada hal-hal positif. Keinginan besar yang bernilai negatif dinamakan thama’ (tamak, rakus), sedangkan keinginan besar yang bernilai positif dinamakan thumuh (obsesi).

Sifat ini merupakan bagian dari kehidupan manusia maka semua kader semestinya juga memiliki obsesi yang besar, meskipun dalam kondisi yang serba minim sarana dan prasarana. Akan tetapi satu hal yang tidak boleh terabaikan adalah bahwa obsesi ini mesti bersandar kepada karunia dan kebaikan Allah SWT. sehingga Dia menganugerahkan kepada orang-orang mukmin sesuatu yang mahal nilainya. Yakni kecerdasan imaniyah (Dzaka imany) untuk mewujudkan keinginan-keinginan besar itu. Kecerdasan imaniyah ini perlu ditopang dengan :

1. Dzaka Syu’ury (kecerdasan emosional)
Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah kemampuan mengendalikan emosi hingga tidak mudah goyah ataupun patah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rasulullah SAW. bersabda: ” Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan berbuat untuk hari esok. (HR. Muslim).

Emosional terkadang cenderung mengikuti suasana yang terjadi di sekitarnya. Bahkan acap kali menggelembung histeris mengikuti irama sekelilingnya, sehingga berpotensi tidak dapat dikendalikan. Emosional yang tidak terkendali dapat mengakibatkan tumpulnya akal jernih. Dampaknya adalah muncul kepanikan sehingga kehilangan jalan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.

Nabi Musa as. pernah mengalaminya, ketika tiba di kampung halamannya sepulang dari negeri lain. Didapati kaumnya kembali pada perilaku yang menyimpang dari ajaran yang telah disampaikannya. Melihat kenyataan ini Nabi Musa as. sangat emosional. Nabi Musa as. menjambak jenggot Nabi Harun as. sambil marah-marah kepadanya dan melempar-lempar lembaran Taurat yang digenggamnya. Akan tetapi ketika emosinya mulai mereda Nabi Musa mengambil kembali lembaran-lembaran Taurat yang berceceran itu. (QS. Al ‘Araf: 150 – 153)

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mencerdaskan emosi. Emosi yang cerdas memberikan manfaat besar bagi si empunya. Daya pandang yang jernih, melihat persoalan dengan pandangan jauh ke depan serta jelas dan terangnya solusi yang harus diambil. Pencapaian obsesi diperlukan juga kecerdasan emosional agar fokus-fokus sasaran yang hendak diraih dihadapi dengan perasaan dan jiwa yang tenang. Para ulama menyebutnya hal ini sebagai indera keenam, yaitu firasat mukmin. “Takutlah kamu pada firasat orang mu’min karena mereka melihat dengan cahaya Allah”. (HR. An Nasa’i)

2. Dzaka Fikry (kecerdasan intelektual)
Umat Islam dibekali Allah SWT. intelektual yang cerdas. Di antaranya daya ingat yang tajam, sistematika dalam berpikir dan merumuskan persoalan, menyikapi persoalan secara simpel dan lain sebagainya, seperti kemampuan umat Islam menghafal Al Qur’an dan Hadits serta rumusan berpikir dalam ilmu mantiq.

Keistimewaan ini karena kasih sayang Allah SWT. pada orang-orang mukmin. Keimanan yang bersemayam dalam dada mukmin menghantarkan mereka memiliki kecerdasan intelektual. Rasul SAW. memberikan indikator orang yang cerdas intelektualnya adalah Konsentrasi pada satu titik yang jelas, berpikir cerdas sehingga tidak mudah tertipu dan selalu dalam keadaan siap siaga.

“Apabila cahaya Islam telah masuk ke dalam hati maka hati akan menjadi terang dan lapang. Para sahabat bertanya: apa tanda-tandanya ya Rasulullah?. Beliau menjawab: Kembali kepada negeri yang abadi, jauh dari tipu daya dan mempersiapkan kematian sebelum datangnya kematian”. (H.R. Thabari).

Kecerdasan intelektual juga akan memberikan jalan keluar ketika menghadapi kondisi sulit. Bentuknya dapat berupa alternatif pemecahan yang beragam, menaklukkannya melalui cara yang ringan dan lain sebagainya.

Abu Bakar as. pun pernah mengalami hal yang sama ketika menyertai perjalanan hijrah Rasulullah SAW. ke Madinah. Pertengahan perjalanan Abu Bakar as. berjumpa dengan peserta sayembara pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Abu Bakar as. ditanya: Siapakah orang yang berada di depanmu itu?. Abu Bakar as. menjawab: Huwal Hadi (dia petunjuk jalanku). Petunjuk jalan yang dimaksud Abu Bakar as. adalah yang menunjuki jalan dari jalan kegelapan jahiliyah kepada jalan terang benderang Islam. Sedangkan orang kafir mengira orang yang di depan Abu Bakar as. adalah guiding perjalanan.

Kecerdasan intelektual memunculkan rumusan yang aplikatif untuk mewujudkan sebuah obsesi. Karenanya peran kecerdasan intelektual sangat berarti terhadap pencapaian obsesi.

3. Dzaka Jismy (kecerdasan fisikal)
Amal Islam lebih banyak dari pada waktu yang tersedia dan sedikit orang yang dapat memikulnya. Banyaknya amal dalam Islam memerlukan orang yang siap dan mampu menunaikannya. Di antara kriterianya adalah mereka yang memiliki kecerdasan fisikal. Maksudnya adalah mereka yang mempunyai tubuh yang kuat dan sehat.

Tidak sedikit tugas dan tanggung jawab dalam Islam akan terlaksana dengan baik bila dilakukan oleh badan yang sehat dan kuat. Misalnya saja dalam beribadah, akan terasa nikmat dalam menjalankan ibadah apabila kondisi badan dalam keadaan sehat. Akan tetapi bila kondisi tubuh menurun apalagi sakit, pelaksanaan ibadah sering mengalami ketidaksempurnaan.

Hasan Al Banna sangat perhatian dalam masalah kekuatan dan kesehatan badan untuk mencapai kecerdasan fisikal ini. Perhatian beliau baik yang bersifat ajakan, pencegahan dan pemeriksaan. Kita dapat jumpai pandangan beliau dalam wajibatul akh (kewajiban al akh) di Majmu’atur Rasail.

Orang yang sehat dan kuat berpeluang menunaikan tugas dan kewajiban dengan baik. Bahkan dapat melaksanakannya secara optimal untuk mencapai afdholiyatul amal. Ia akan dapat menyelesaikan tugasnya, sanggup pula membantu tugas orang lain serta mampu memberikan kontribusi bagi banyak orang. Pantas bila Allah SWT. lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat dari pada mukmin yang lemah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun keduanya dalam keadaan baik”. (HR. Muslim)

Fisikal yang cerdas juga menentukan keberhasilan pencapaian obsesi. Ia akan dapat mengukur sejauh mana dan seberapa besar kemampuan diri untuk merealisasikannya. Tidak kalah penting juga ia dapat menilai kemampuan dirinya untuk menghadapi berbagai kendala.

4. Dzaka Amaly (kecerdasan operasional)
Kecerdasan operasional merupakan sikap tanggap dan cepat dalam merespon sesuatu dengan tindakan yang nyata. Sikap inilah yang mendorong seseorang untuk terdepan dalam beramal. Tidak menunda-nundanya hingga hilang kesempatan untuk menjadi pionir.

Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk selalu menjadi yang terdepan. Baik dalam beribadah kepada Allah SWT. juga dalam bermuamalah antar manusia seperti shalat, bersedekah, beramal shalih, bergotong royong ataupun yang lainnya.

Demikian juga dalam kehidupan Rasulullah SAW banyak kita temukan riwayat tentang kesegeraan beliau untuk menunaikan sesuatu dengan cepat. Dalam suatu riwayat, sesudah shalat Rasulullah SAW. pernah segera berdiri lalu melangkahi orang lain kemudian masuk ke salah satu bilik istrinya. Para sahabat juga heran dengan kejadian ini. Tidak lama kemudian beliau segera kembali ke tempat semula, sesudah itu beliau ceritakan bahwa dia tadi teringat ada emas yang harus segera dibagi-bagikan. Maka beliau perintahkan istrinya untuk secepat mungkin membagi-bagikan emas tersebut.

Rasulullah SAW. bersabda: “Bersegeralah kalian beramal shalih sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita”. (HR. Muslim)

Kecerdasan operasional membentuk si pemiliknya untuk segera berbuat sebelum orang lain sempat berpikir. Melalui hal ini obsesi akan relatif cepat untuk tercapai.

5. Dzaka Ijtima’iy (kecerdasan sosial)
Kehidupan manusia tidak dapat memutuskan ketergantungannya dengan pihak lain. Satu dengan yang lainnya saling memerlukan. Oleh karenanya manusia diperintahkan untuk berinteraksi dengan sesama agar berbagai kelemahan dan kekurangannya dapat saling ditopang dengan berbagai kelebihan pihak lain.

Dengan banyak bergaul kita akan menemukan potensi-potensi yang tidak ada pada diri kita. Juga dapat menemukan peluang-peluang besar untuk menutupi segala kekurangan yang ada. Dari sanalah kita mendapatkan manfaat, kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang besar untuk menunjang kelemahan yang kita miliki.

Rasulullah SAW. bersabda: “Mukmin yang bergaul dengan banyak orang lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul apabila dia bersabar”. (HR. Muslim)

Mewujudkan obsesi terkadang kita dibantu potensi orang lain. Bahkan kita hanya merangkai kelebihan-kelebihan orang lain untuk mencapai obsesi yang kita canangkan.

6. Dzaka Tanzhimy (kecerdasan struktural)
Apabila kita memahami bahwa setiap orang membutuhkan orang lain maka segala peran yang diberikannya akan sangat bermakna bila dikokohkan oleh pihak lainnya.

Sebuah bangunan terdiri dari berbagai macam komponen, ada yang besar namun ada pula yang kecil. Semua komponen itu saling mengaitkan dengan komponen lainnya. Masing-masing fungsi dan peran yang diberikan tidak dapat dianggap sebelah mata. Posisi masing-masing elemen tidak dapat dilebih-lebihkan dengan yang lainnya. Mungkin saja komponen yang besar akan berarti bila ditopang oleh komponen yang kecil begitu juga sebaliknya.

Menyikapi persoalan ini dengan sikap yang arif bahwa kehadiran dirinya tidak akan sempurna malah mungkin tidak akan berhasil tanpa kesertaan orang lain. Peran serta ini diwujudkan dengan keyakinan bahwa potensi dirinya akan berguna bagi orang lain. Dengan begitu setiap orang menyadari bahwa ia harus berada pada posisinya masing-masing untuk keberhasilan sebuah obsesi.

Rasulullah SAW. bersabda: “Prajurit yang baik jika ditempatkan di bagian logistik dia akan tetap berada tempatnya, jika ditempatkan di garis depan dia akan berada di garis depan” (HR. Abu Daud)

Kiat-kiat Meraih Kecerdasan

Meraih kecerdasan imaniyah perlu kerja keras sehingga ia akan merefleksikan segala thumuhat kita. Adapun kiat-kiat mencapai hal itu sebagai berikut:
1. Latihan yang banyak.
Berusahalah untuk banyak latihan dalam segala hal terutama pada kemampuan diri untuk meraih kecerdasan. Latihan yang sering akan memperhalus dan mempertajam kemampuan yang kita miliki.
2. Belajar dari orang lain
Janganlah sungkan untuk belajar pada dan dari orang lain. Pengalaman orang lain dapat menjadi masukan bagi kita. Malah orang lain bisa menjadi cermin agar kita bisa mematut diri dari pengalaman mereka.
3. Mencoba sesuatu yang baru untuk meraih pengalaman.
Berusahalah untuk mencoba sesuatu yang baru. Kreativitas sering kali memberikan banyak jalan untuk mencapai keinginan-keinginan.
4. Meyakini pertolongan Allah SWT.
Tidak boleh dilupakan bahwa semua aktifitas kita akhirnya berpulang pada pertolongan dan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu yakinlah bahwa Dia akan memudahkan kita meraih thumuhat maka berdoalah kepada-Nya agar keinginan-keinginan tersebut dapat terealisir.

Semoga Allah SWT. memudahkan jalan bagi kita meraih Thumuhat Tarbawiyah. Semoga sukses.

–wallahu’alam–

KISAH CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA

Posted in Mar'ah Shalihah oleh Dwi Widya pada Februari 19, 2010

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih
muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya.
Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair.
Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu.

Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair
mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

“Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap
mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas
mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.”

Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk
menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar
ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk
berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam.

Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.

Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang
Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka
terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar
ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu.

Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas
merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam.

Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang,
“Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan
sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera
dari seorang lelaki dan seorang wanita.

Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku
tidak pernah merendahkan keturuna kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu.
Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu.
Ketahuilah bahawasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa.”

Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, “Wahai orang
yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu,
dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung.” Putera-putera Khansa tertunduk
khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.

Seterusnya Khansa berkata, “Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka
keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan
dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan
yang sedang bergejolak, masuklah akmu ke dalamnya.

Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat
balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal.”

Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan
perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau
syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia
sebaik sahaja semboyan perang berbunyi.

Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran
besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang.
Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .

Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari
bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari
mereka bersyair,

“Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan
membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan
kita buktikan sedikit masa lagi.”

Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan
menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair,

“Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas
dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama
Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.”

Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair,
“Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan kita agar
bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap
anak-anaknya sendiri Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri
Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang
bakal mewarisi kehidupan yang abadi.”

Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan
semangatnya ia pun bersyair,
“Bukanlah aku putera Khansa’, bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana ‘Amru yang pujiannya
sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentara asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke
jurang bahay, dan musnah mangsa oleh senjataku.”

Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa
munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya
kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan
hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu.

Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian
lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak
tentera Farsi yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka.

Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang
menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah
teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil sahaja yang dapat menyelamatkan diri.

Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung
menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang
syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa.

Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa
keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan
hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,

“Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan
darii Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan
rahmat-Nya!”

Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan
mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair
ini mendapat gelaran kehormatan ‘Ummu syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid.”

sumber : kumpulan kisah dan nasihat
http://www.nuansahati.co.cc/2010/01/kisah-cinta-sejati-seorang-ibu-terhadap.html

Edu-socialpreneurship*

Posted in 1 oleh Dwi Widya pada Februari 9, 2010

Cita-cita masa kuliah (sekarang juga masih jadi cita-cita), disela-sela materi2 kuliah yang kadang membuat neuronku menegang dan bergetar, juga disela-sela aktifitasku bersama teman-teman dan sebagian ibu-ibu.

1. Pengen punya toko buku yang jadi one stop corner. ada toko bukunya, taman bacaannya, foodcourtnya, plus halal-thoyib center.
Mesti menentukan waktu untuk memulainya, bukan mulai gagasan lagi tapi lebih konkrit dong. Dan berharap ada yang mau jadi investor, baik konsep perencaanaan maupun modal. He he he

2. Pengen bikin sekolahan suatu saat nanti. Based on beasiswa dan swadaya masyarakat. Yang ini kebetulan sudah ada gambaran yang lebih karena ternyata ada keeluarga yang punya keinginan sama dan peluangnya lebih besar. Lokasi dah ada, konsep dah ada, bisa dibilang tinggal butuh orang yang bisa fokus nggarap plus acc dari ‘pihak yang sangat berwenang’. niy yang repot

3. Pengen bikin hasil teknologi tepat guna. Sebenarnya sudah sempat kumulai, waktu jaman skripsi. Alat yang kubuat jika mau dikembangkan lebih lanjut bisa dimanfaatkan oleh para petani. Fasilitas (fasilitator) sebenarnyapun bisa diperjuangkan, ada dosen biologi dan mipa yang siap mengawal. Tapi saat itu keinginan untuk kembali ke kota kelahiran lebih kuat. Jadi…terbengkalai. Untuk penelitian semacam ini nampaknya lebih memungkinkan dilakukan di kampus atau lembaga penelitian pemerintah. Jika di bawa ke industri bisnis, nampak kurang menjual. Hmmm. Insya Allah peluang itu tetap ada.

* entah ini kewirausahan aliran mana, begitu saja melintas istilah ini saat inget ‘citaa-citaaakuuu’ (dgn gaya nyanyi susan)

Menjadi Muslim Produktif

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada Februari 6, 2010

“Sesungguhnya Allah telah menciptakan tanganmu untuk bekerja. Jika kamu tidak mendapati suatu pekerjaan untuk urusan ketaatan, maka ia akan mencari beberapa pekerjaan untuk urusan maksiat”
Produktif adalah kemampuan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi diri sendiri, maupun orang lain. Ketika Nabi SAW ditanya, siapa mukmin yang paling baik, beliau menjawab: ”Yang paling bermanfaat bagi sekitarnya (Naafi’un, Lighoirihi)”. Produktifitas, kini menjadi tuntutan bagi setiap muslim. Dakwah Islam akan menang, kalimahnya akan tegak di bumi jika dilakukan oleh para da’i yang produktif hidupnya.

Hakikat Bekerja
Al ’Amal Huwal Asas!, begitu ungkapan hikmah. Bekerja akan berbicara lebih keras dari perkataan (Action Speaks Loder Than Words). Kontribusi lebih berarti daripada mencaci. Produktifitas melakukan proses kerja dan usaha. Bekerja berarti malakukan suatu amal, berbuat dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain maupun bagi agama, bangsa dan negara.
Islam sangat menghargai dan memulyakan kerja. Orang yang berkerja menghidupi dirinya, keluarganya , bahkan demi kesejahteraan masyarakatnya, di mata Allah jauh lebih utama ketimbang seorang ’abid yang mengabaikan kerja. Sikap malas adalah aib bagi manusia dan itulah yang kelak menjadi sebab kemerosotannya. Allah berfirman: ”Jika kamu selesai menunaikan shalat, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah sebagian karunia Allah” (QS. Al Jumu’ah:10)
Nabi pun bersabda:”Orang yang bekerja keras demi keluarganya adalah seperti orang yang berjuang di jalan Allah azza wa jalla” (HR.Tabrani, Baihaqi dan Ahmad)
Dari dalil-dalil di atas, terlihat bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan aspek amal dan etos kerja positif. Bekerja berarti memberikan pengaruh besar bagi kemajuan dan perkembangan. Bekerja adalah satu-satunya sarana untuk menundukkan kekuatan alam dan memanfaatkannya sebaik mungkin demi kesejahteraan umat.
Orang-orang besar dalam Islam bekerja dengan baik . Tak satupun nabi yang diutus di dunia ini yang tidak bekerja. Nabi Muhammad menggembalakan kambing, berdagang. Nabi Daud seorang pandai besi, Nabi Adam bercocok tanam, Nabi Nuh tukang kayu, Nabi Idris penjahit, dan Nabi Musa penggembala. Sebelum menjadi khalifah, Abu Bakar terbiasa pergi ke pasar untuk berdagang pakaian. Umar bin Khattab terbiasa mengangkut air dengan girbah untuk kepentingan keluarganya. Fatimah, anak Nabi, sering memutar batu penggiling hingga tangannya berbekas atau mengambil air dengan girbah hingga pundaknya luka. Imam Malik aktif berdagang, sedangkan Imam Ahmad bin Hambal sibuk menasakh, meneliti dan menyusun kitab-kitab. Imam Ahmad bin Umar, penyusun kitab tentang pajak tanah berprofesi ”penambal sepatu”. Ia menyelesaikan kitab di sela-sela kesibukannya sebagai penambal sepatu.

Bekerja dunia akhirat
”Dialah Allah yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik pekerjaannya.” (QS.Al Mulk:2)
Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji manusia, siapa yang terbaik pekerjaannya selama di dunia. Memahami hakikat mati dan hidup adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengisi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Meninggalkan salah satunya hanya akan membawa bencana. Allah menekankan manusia agar memperhatikan dan menghargai kehidupan dunianya, di samping kehidupan akhirat yang memang seharusnya lebih dominan.
”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan jangan kami lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi..” (QS.Al Qashas:77)
”Yang terbaik di antaramu bukanlah orang yang meninggalkan akhirat demi dunianya, dan yang meninggalkan dunianya demi akhiratnya, dan dia tidak menyusahkan manusia” (Al Hadist al Khatib dari Anas)

Syarat-syarat Produktifitas
Produktifitas dalam kehidupan umat Islam tentu saja tidak akan terwujud begitu saja. Berikut ini beberapa aspek yang dapat dilakukan dalam bekerja, antara lain:

1. Setiap muslim hendaknya selalu meningkatkan kualitas dirinya.
Jadilah manusia pembelajar! Karena hanya dengan belajar, setiap pribadi dapat meningkat kualitas dirinya, tumbuh dan berkembang, baik dari segi akal, ruhani maupun jasad. Aktifitas belajar dilakukan agar manusia secara alamiah berproses menjadi lebih dewasa dan berkualitas dalam menghadapi dan menilai kehidupannya.
Produktifitas sejalan dengan kualitas. Berkualitas berarti memiliki kemampuan. Setidaknya ada tiga hal yang berkaitan dengan kemampuan; yaitu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Meningkatkan kualits diri adalah selalu belajar mematangkan ketiga hal tersebut.

2. Setiap muslim hendaknya me-menej waktu dengan baik
Asy-Syahid Hasan Al Banna mengatakan, ”Waktu adalah kehidupan”. Hasan Al Basri menasehato ”Sesungguhnya kamu adalah himpunan hari-hari. Setiap hati milikmu pergi, berarti pergilah sebagian dirimu. Waktu berjalan dan mustahil kembali. Kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin, karena menyiakannya termasuk tindakan jahil. Rasulullah SAW bersabda: ”Dua macam nikmat dari beberapa nikmat Allah yang banyak menipu manusia adalah nikmat kesehatan dan kekosongan (kesenggangan)” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas).

3. Bertawkakal Hanya kepada Allah
Tawakkal kepada Allah saat bekerja penting untuk membangun produktifitas. Tawakkal adalah bersandar kepada Allah, mengaitkan hati pada-Nya, memperhitungkan sebab-musabab dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah semata. Konsep tawakkal dapat mendorong manusia menyisingkan lengan baju. Bersungguh-sungguh dalam berkiprah dan bekerja seraya mengharapkan hasil maksimal dari usaha yang telah dia korbankan, bukannya menanti takdir dari langit tanpa berusaha yang akibatnya mendorong manusia ke kemalasan dan kehancuran hidup. Nabi SAW bersabda: ”Upayakan dahulu masalahnya, lalu bertawakallah” (HR.Turmudzi

4. Kesesuaian antara Pekerjaan dengan Kecendurangan Aktualisasi Diri
Pekerjaan akan efektif dan produktif jika dicintai bukan dipaksakan.

Melakukan pekerjaan dibenci berarti melakukan ua kerja keras. Pertama mencoba mencintai pekerjaan itu, lalu melakukan pekerjaan itu sendiri. Jika seseorang yang mencitantai pekerjaannya maka dia telah mendayagunakan potensinya untuk beraktifitas, melaksanakan gagasan sekaligus mengaktualisasilkan dirinya.

5. Tidak bekerja dalam kelelahan
Seseorang akan bekerja dengan efektif ketika berada dalam kondisi sehat dan segar. Ada dua macam kelelahan: kelelahan fisik dan kelelahan pikiran. Keduanya saling berhubungan. Fisik yang terlalu lelah akan mengakibatkan emosi tidak stabil dan membuat otak tak mampu berpikir jernih. Bekerja dalam keadaaan lelah (fisik dan pikiran) selain mendzalimi diri sendiri juga dapat menyebabkan kejenuhan dan menggagalkan produktifitas. Rasul bersabda: ”Sesungguhnya pada badanmu terdapat hak-hak yang harus dipenuhi” (HR.Muslim)

6. Memanfaatkan Teknologi
Teknologi hadir untuk memudahkan pekerjaan. Darimanapun datangnya, ia adalah hikmah bagi umat Islam untuk dijadikan sarana mengefisienkan dan mengefektifkan usaha. Dengan teknologi, kerja akan jadi lebih produktif, hemat waktu dan tenaga.
Akhirnya, hidup ini hanya sekali. Kehidupan menurut al Qur’an adalah sesuatu yang menipu dan sekedar perhiasan di balik gemerlapnya. Akab lebih sia-sia jika tidak diisi dengan kontribusi. Ayo berbuat, ayo bekerja. Di bumi ini tidak ada tempat sama sekali bagia yang tidak mau bekerja dan berjuang dalam kehidupan. Wallahu a’lam
”Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (At Taubah:105)

Oleh: Novi Hardian (Training Development ILNA Learning Center)

Sumber: Majalah Al Izzaah No.13/Th.2, 31 Januari 2001

Dudukanlah, sampai terlihat keindahannya

Posted in Dien,Hikmah oleh Dwi Widya pada Januari 31, 2010

Hikmah hari ini teringatkan kembali bahwa kita perlu mendudukkan segala sesuatu itu pada batas-batas normalnya. Sehingga tidak cenderung berlebihan dan bahkan menjerumuskan. Keywordnya: batas-batas, tidak berlebihan. Mungkin itulah kenapa perlu ada tasamuh (toleransi).

Misal bagaimana menyikapi hal-hal yang mubah, namun ada sisi-sisi negatif dalam tersebut jika dilakukan tanpa kontrol dan niat yang benar, seperti halnya nonton film, mendengarkan musik, berselancar di dunia maya (fb-an, dll), bahkan makan, tidur, bergurau, dll. Fitrah dan tabiat manusia salah satunya adalah menyukai hal-hal yang mubah. Sayapun menyukai hal-hal tersebut, film yang bagus, lagu-lagu yang memotivasi, makanan enak, dll. Berikut ada beberapa kutipan terkait hal tersebut

***
Dasar pertama yang ditetapkan Islam, ialah: bahawa asal sesuatu yang dicipta Allah adalah halal dan mubah. Tidak ada satupun yang haram, kecuali kerana ada nas yang sah dan tegas dari syari’ (yang berwenang membuat hukum itu sendiri, iaitu Allah dan Rasul) yang mengharamkannya. Kalau tidak ada nas yang sah –misalnya kerana ada sebahagian Hadis lemah– atau tidak ada nas yang tegas (sharih) yang menunjukkan haram, maka hal tersebut tetap sebagaimana asalnya, yaitu mubah.

Ulama-ulama Islam mendasarkan ketetapannya, bahawa segala sesuatu asalnya mubah, seperti tersebut di atas, dengan dalil ayat-ayat al-Quran yang antara lain:

“Dialah Zat yang menjadikan untuk kamu apa-apa yang ada di bumi ini semuanya.” (al-Baqarah: 29)

“(Allah) telah memudahkan untuk kamu apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi semuanya daripadaNya.” (al-Jatsiyah: 13)

“Belum tahukah kamu, bahawa sesungguhnya Allah telah memudahkan untuk kamu apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi; dan Ia telah sempurnakan buat kamu nikmat-nikmatNya yang nampak mahupun yang tidak nampak.” (Luqman: 20)

Allah tidak akan membuat segala-galanya ini yang diserahkan kepada manusia dan dikurniakannya, kemudian Dia sendiri mengharamkannya. Kalau tidak begitu, buat apa Ia jadikan, Dia serahkan kepada manusia dan Dia kurniakannya?

Beberapa hal yang Allah haramkan itu, justeru kerana ada sebab dan hikmah
***

Jadi, kesimpulan saya…kita mesti pintar-pintar dan bijak bersikap. Agar tetap pada jalur yang benar. Setidaknya ketika kita sudah tahu hukumnya, maka ada itikad dan upaya untuk mencapainya. Bagaimanakah sikap yang bijak itu, berikut adalah satu referensi yang berhasil didapatkan…

***
Sesuatu disebut mubah adalah jika ia boleh dikerjakan atau ditinggalkan. Semua urusan keduniaan hukum asalnya adalah mubah, sampai ada dalil yang melarang atau mengharamkannya. Namun demikian, seorang muslim harus memiliki sikap yang benar dalam mengkonsumsi hal-hal yang mubah. Antara lain sebagai berikut:

1. Berniat ibadah dalam mengkonsumsinya, sehingga mendapat pahala dari Allah swt., sebagaimana sabda Rasulullah saw.
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ . رواه مسلم
Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. (HR Bukhari Muslim).

2. Mendahulukan yang terpenting kemudian yang penting, atau mendahulukan yang mendesak daripada yang kurang mendesak. Memang, kebutuhan manusia sangat banyak sedangkan kemampuannya untuk memenuhi terbatas, karenanya ia harus selektif dan memiliki skala prioritas yang jelas.

3. Meninggalkan hal-hal mubah yang dapat mengantarkan kepada yang haram. Rasulullah saw. bersabda,
لاَ يَبْلُغُ أَحَدُكُمْ دَرَجَةَ التَّقْوَى حَتَّى يَدَعَ مَالَيْسَ بِهِ بَأْسٌ إِلىَ مَا بِهِ بَأْسٌ . رواه الترمذي
Tidaklah salah seorang di antara kalian dapat mencapai derajat taqwa sehingga ia meninggalkan sesuatu yang diperbolehkan karena khawatir terjerumus pada hal-hal yang tidak diperbolehkan. (HR Tirmidzi).

Meneladani Nabi Muhammad saw. dan salafusaleh dalam mengkonsumsi yang mubah. Rasulullah saw. selalu bersikap sederhana dan tidak berlebihan dalam hal yang mubah. Begitu juga dengan para sahabat dan ulama salaf. Beliau saw. bersabda, Orang mukmin makan dengan satu perut, sedang orang kafir makan dengan tujuh perut. (HR Bukhari)
Banyak ulama salaf yang zuhud dan meninggalkan gaya hidup berlebihan. Umar bin Khaththab ra. pernah berkata, “Cukuplah seseorang disebut pemboros bila ia selalu makan apa-apa yang diinginkan.” (Riwayat Ahmad).

4. Tidak berlebihan dalam hal yang mubah baik secara kualitas maupun kuantitas. Allah swt. berfirman,
وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا …
Dan janganlah engkau menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
(Al-Isra’/17: 26)

Tercelanya Sikap Berlebihan dalam Mengkonsumsi yang Mubah

Sikap berlebihan dalam mengkonsumsi yang mubah adalah sesuatu yang dilarang dan amat tercela, karena menimbulkan dampak negatif yang fatal, di antaranya adalah:

1. Terhalang dari kecintaan Allah. Allah swt. berfirman, Janganlah engkau berlebih-lebihan, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (Al-A’raf/7: 31)

2. Menjadi saudara seitan. Firman Allah swt., Dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya pemboros itu saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al-Isra’/17: 26-27).

3. Allah menamainya sebagai orang yang bodoh. Allah swt. berfirman, Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (bodoh) harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. (An-Nisa’/4: 5). Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa “orang-orang yang belum sempurna akalnya (sufaha’)” adalah orang-orang yang boros dalam menggunakan hartanya.

4. Terjerumus dalam kekafiran dan nafsu syahwat, misalnya Fir’aun dan kaum nabi Luth a.s. Allah swt. berfirman, Dan sungguh ia (Fir’aun) termasuk orang yang melampaui batas (boros). (Yunus/10:83)
Tentang kaum Nabi Luth, Allah swt. berfirman, Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Al-A’raf/7: 81)

Terjerumus dalam kerusakan fisik dan psikis, seperti kelemahan fisik, kekesatan hati, tumpulnya fikiran, kehendak yang buruk, tidak memiliki daya tahan menghadapi masalah, dan kebangkrutan. Karenanya sebagai bentuk antisipasi terhadap semua dampak buruk ini, Rasulullah saw. bersabda,
“Tiga hal yang mendatangkan keselamatan … sederhana dalam keadaan kaya atau miskin” (HR…..).

5. Mendapat siksa di akhirat. Sabda Rasulullah saw.,
لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ …. عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اِكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ . رواه الترمذي
Kedua kaki seorang hamba tidak beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal… tentang hartanya, darimana ia memperoleh dan untuk apa ia membelanjakan. (HR Tirmidzi).

Maraji’
1. Abdul Hamid Hakim, Tahdzibul Akhlaq.
2. Sayyid Muhmammad Nuh, Afatun ‘Alaa Thariq.
3. An-Nawawiy, Riyadhus-Shalihin.
***

Subhanallah…indah bukan. Dengan tetap mengukur diri sendiri, terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, terus belajar… itulah kenapa tarbiyah berlaku pada setiap diri ^_^.

Satu hikmah lagi, bahwa benturan terhadap idelaisme itu sangat penting dan tinggi sisi kebutuhannya. Agar tak terlalu terbang tinggi mengawang-awang dan sampai melupakan bumi tempat sesungguhnya berpijak. Tak lain tak bukan adalah untuk menguji idealisme itu sendiri. Seseorang tidak dikatakan beriman jika belum datang ujian terhadapnya bukan…?

Sekali lagi, indah…

Wa allahu a’lam bishshawab

sumber:
http://ayo-tarbiyah.blogspot.com/2009/10/tidak-berlebihan-dalam-mengkonsumsi.html
http://unikbin-ajaib.blogspot.com/2009/07/asal-tiaptiap-sesuatu-adalah-mubah.html

Optimis

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada Januari 28, 2010

Hup!
Revitalisasi kinerja dan fungsi-fungsi pendukungnya, agar proses dan hasil kerja lebik efektif dan produktif, dengan penggunaan sumber daya yang efisien. Ada satu prinsip yang dipakai di sini ‘tak ada rotan akar pun jadi’. Walaupun jangan terus-terusan pakai akar. Nggak mungkin kan bangun jembatan penyebrangan di atas jalan raya pakai akar ^_^
Ini berlaku ketika memang sumber daya yang dimiliki masih jauh dari memadai, sedangkan mimpi, cita-cita, ide, gagasan, dkk yang dimiliki cukup atau bahkan sangat besar. Namun, tetap ada kompensasi dan pengorbanan, atau sebutlah cost yang harus dikeluarkan sebagai modal, agar prosentase ketercapaian gagasan itu lebih besar. Pastinya ada perhitungan-perhitungannya agar tercapai kesebandingan/proporsionalitas input-output dan untung-rugi dari segala aspek.
Okay…jika saat ini boleh dikatakan bahwa target=idealita, hasil saat ini=realita, dan jika target belum=hasil, maka selanjutnya adalah OPTIMIS!!! Keep pray and try, but not trial and error. Trial dengan perhitungan de el el…
Bismillah. Tanpa melupakan untuk menyerahkan hasil sepenuhnya pada yang paling berhak menentukan dan get maximized seluruh potensi untuk berusaha…berdoa juga.

Laman Berikutnya »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.