Dwi Widya's


Kolaborasi Akhir Pekan

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada Oktober 2, 2009

Jun 28, ’09 9:30 PM

Menjelang akhir pekan ini… hmm seperti biasa ada banyak rencana2 yang sudah tersusun sejak pekan lalu untuk jumat malam sampai ahad pagi.

Agak lain, biasanya pulang nebeng bareng om, pekan ini mesti naik angkot. Satu hal yang sangat aku suka ketika naik angkot adalah menikmati pemandangan malam sendirian antara bekasi—jakarta. Waktu yang menurutku tepat untuk bertafakur, berfikir, berkontemplasi, merancang mimpi…akan realisasi kesalihan pribadi (yang selama ini berusaha untuk merajutnya) agar benar2 menjadi kesalihan sosial.

Perjalanan yang tidak biasa…kalo naik angkot biasanya nggak pernah lebih dari jam 18.30 dari titik tolak, tapi kali ini seperti itu. Alhasil sampai rumah lebih larut, walaupun tidak sampai jam 21.00 (buatku masih jadi jam malemku tu ^^). Belum lagi macet yang sama sekali tidak biasa terjadi di jalur tol bekasi—jakarta di jam segitu. Ternyata ada kecelakaan, akhirnya si supir harus keluar tol, biar gak kena macet.

Akhir pekan, berarti barang bawaan begitu banyaknya. Maksud hati minta jemput (biar gak jalan jauh) ternyata Allah berkehendak si Hud-hud (HPku) mati kalaparan. Agenda tambahan diperjalanan adalah mempersiapkan mental untuk jalan kaki dengan beban berat, rasa lapar, dan ngantuk. Tak apalah… just do it.

Alhamdulillah, akhirnya sampai rumah dengan sangat ringan rasanya, walaupun dalam hati sudah berniat untuk segera istirahat.

Satu hal lagi yang beda pekan ini adalah menemukan bapak sudah stand by dirumah saat aku pulang. Biasanya beliau pulang jauh lebih larut. Pemandangan yang menyenangkan. Karena itu berarti beliau punya waktu istiahat yang lebih.

Dibilang mengejutkan iya, nggak juga iya (beliau memang agak susah ditebak keinginannya). Setelah menata barang bawaan, salin, dan minum2, (setelah itu niatnya mau makan, bersih2, trus istirahat), beliau meminta penuh harap… “mbak masakin sup ikan dong…, pake bumbu sup biasa ditambah…. (beliah menyebutkan beberapa tambahan bumbu yang bagiku juga ibu bukan komposisi bumbu yang biasa kami pakai, itu sudah biasa muncul dari bapak)”. Dengan senang hati kupenuhi harapannya (walau agak2 bingung, jadinya kayak apa ya). Akhirnya kami berdua berkolaborasi di dapur. Kalau bapak sudah terjun ke dapur biasanya akan terhidangkan jenis makanan baru di meja makan rumah. Ibu hanya bisa jadi pengamat dan komentator, lainnya menunggu hasil kolaborasi kami dengan pasrah. …

Singkat cerita sup ikan rempah2 jadi. Ada satu hal yang agak aneh. Satu bumbu standar sup yang tidak disertakan. Apakah itu?…”Lada”. bapak bilang “nggak pake lada kok”, ya sudah, manut supervisor kokinya. Setelah kami makan… “kok bukan rasa sup ya, tapi kayak rasa sayur asem2 gitu”. Setelah berhasil melobi untuk menambahkan lada bubuk, akhirnya rasanya seperti yang kita inginkan bersama…. Alhamdulillah…walaupun bapak sudah habis satu porsi ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: