Dwi Widya's


Walter Reed

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada Oktober 18, 2009

Sedikit menyunting dari Wikipedia Indonesia, Walter Reed Army Medical Center (WRAMC) adalah pusat medis utama United States Army di pantai timur AS. Terletak di Washington, D.C., fasilitas ini melayani lebih dari 150.000 tentara aktif dan pensiun dari semua cabang militer. Namanya diambil dari Major Walter Reed, seorang dokter bedah army yang memimpin tim yang menemukan bahwa demam kuning disebarkan lewat nyamuk. Sejak berdirinya, WRAMC telah berkembang dari kapasitas tempat tidur 80 pasien sampai sekitar 5.500 kamar saat ini.

Memang sempat ada skandal dalam pusat medis militer ini, keluhan para pasien terkait fasilitas dan pelayanan membuat beberapa orang dipecat dan mengundurkan diri dari rumah sakit itu.

Namun terlepas dari skandal itu, ternyata memang USA harus konsekwen dengan kebijakan militer luar negerinya. Mengirim pasukan ke medan perang berarti siap dengan semua dampaknya termasuk bertanggung jawab pada prajurit atau tentaranya yang terluka.

Pada sebuah tayangan show terkenal di TV, ada liputan mengenai para pejuang USA yang rela berkorban dan siap mengabdi untuk negaranya. Walaupun kaki mereka tinggal 1, tangan 1, bahkan satu tangan tersisa dengan jari tak lengkap, saat mereka ditanya “Apakah siap kembali lagi?” mereka langsung menjawab dengan tegas “Yes Mam!”.

Di tayangan itu banyak kisah diungkap. Soal bagaimana mereka bisa sampai di Walter Reed, luka seperti apa yang mereka derita, bagaimana kondisi mereka saat ini, sampai dengan bagaimana rencana mereka ke depan.

Saya berharap satu statement yang keluar dari mulut mereka tentang suatu makna hidup dan mati. Tentang pengalaman mereka saat tak tahu lagi apakah bisa hidup, saat melihat bagian tubuh mereka sendiri hancur.

Yang ada dalam benak mereka saat kecelakaan terjadi adalah “Aku tak boleh mati, aku tak akan mati”. Fikiran yang penuh keoptimisan namun juga sarat keangkuhan dalam ketidakberdayaan.

Andai saja mereka berjuang dalam jalan lurus dengan jaminan yang pasti, jaminan suatu janji yang tak mungkin diingkari. Sungguh, kaki mereka, tangan mereka, akan menjadi saksi pemberat kebaikan.

Jawaban “Yes Mam” akan menjadi azzam kuat, mujahadah dan niatan yang tercatat sebagai kebaikan.

Waallahua’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: