Dwi Widya's


Harapan itu Harus Selalu Ada

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada November 4, 2009

Kekhawatiran berbagai pihak akan stagnasi KPK dikarenakan konflik KPK-Polri memang sanga wajar. Bahkan kekhawatiran akan bubarnya KPK juga sudah ada sejak upaya ‘pemanduan’ KPK terlihat di masyarakat. Sudah sangat jarang terdengar berita terkait pengungkapan kasus dan penangapan pelaku korupsi turut memperbesa kekhawatiran tersebut.

Namun kemarin, ketika melihat berita di Economics Challenge Metro TV, sedikit melegakan ketika pengacara kenamaan, Oce Kaligis tidak mengamini pernyataan Todung Mulya Lubis. Lubis mengatakan kekhawatiran adanya stagnansi pada KPK karena 2 pimpinan yang tersisa begitu takut dan tidak bisa mengambil keputusan apa-apa saat ini. Sedangkan Kaligis mengatakan tidak demikian, karena banyak kliennya baik di Ibu kota maupun di daerah-daerah sudah menjadi sasaran KPK, bahkan sudah ditangkapi. Alhamdulillah, ucap saya.

Prasangka baik pun hadir kembali ketika Tim Independen dibentuk (walaupun agak terlambat). Saya percaya dengan kapasitas dan integritas para anggota tim tersebut. Besar harapan kepada Allah semoga kebenaran akan cepat terungkap dengan adanya fasilitator berupa tim tersebut. Semoga mereka bisa bekerja seefektif dan seoptimal mungkin hanya dalam waktu 2 pekan. Tidak ada yang tidak mungkin. Berikut adalah para personil tim tersebut
 Ketua : Adnan Buyung Nasution (anggota Dewan Pertimbangan Presiden)
 Wakil Ketua: Koesparmono Irsan (mantan anggota Komnas HAM/Purnawirawan perwira tinggi polisi)
 Sekretaris: Denny Indrayana (Staf Khusus Presiden Bidang Hukum)
 Anggota: Amir Syamsuddin (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia/Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat), Todung Mulya Lubis (pakar hukum), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Komaruddin Hidayat (Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta), dan Hikmahanto Juwana (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia).
Pasca pembentukan tim tersebut, beberapa proses hokum memang berjalan, seperti pembukaan rekaman, penangguhan penahanan Bibit-Chandra, rekomendasi penonaktifan Susno dan penangkapan Anggodo, serta pemanggilan orang-orang yang ada dalam rekaman tersebut. Inilah yang ditunggu-tunggu masyarakat sejak waktu-waktu lalu.

Namun demikian, masyarakat harus tetap mengawal proses ini, tetap kritis, dan objektif. Banyaknya aksi massa di beberapa daerah (bahkan di ibu kota ada 6 aksi masa dalam 1 hari) dengan mengusung tema penegakan hukum (KPK-Polri, Century, dll) menunjukan kontrol masyarakat yang wajar terjadi dalam kondisi seperti ini. Meski demikian dinamika sosial, hukum, dan politik tetap harus ditertibkan agar kondisi nasional tetap aman dan stabil sehingga proses pengembangan kualitas hidup masyarakat (ekonomi, pendidikan, dll) tidak tergangggu. Dan hal-hal sperti konflik yang terjadi saat ini tidak perlu terjadi lagi. Oleh karena itu tindakan preventif secara sistem dan kultur perlu terus ada. Demi masyarakat dan negara adil dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: