Dwi Widya's


Sponge Brain (Si 9 Bulan)

Posted in Aulade Gemilang oleh Dwi Widya pada November 4, 2009

Saat liburan lebaran kemarin, Subhanallah berkesempatan untuk bertemu dengan keluarga besar. bertemu dengan saudara-saudara, dari yang jauuuuuuuh lebih tua, sampai yang jauuuuuuuh lebih muda. Usia tertua yng saya temui mungkin lebih dari 90th, dn usia termuda yang saya temui sekitar 8-9 bulan.

2 kutub itu sama-sama menjadi perhatian saya. Namun kali ini kutub muda yang akan saya bahas.

Suatu ketika pagi hari ketika saya terbangun sekitar jam 3.30 pagi, ternyata si 9 bulan itupun sudah bangun (memang banyak anak sesusia segitu yang bangun dini hari). Kata bundanya..”Dia selalu bangun jam segini, tidur jam berapapun pasti bangun pagi dan minta mandi pagi juga”. Jadi baik si bunda ataupun si 9 bulan sudah rapi pi maksimal sekitar jam 7-7.30 (keduanya sudah mandi, sarapan, beres2, dll). Kebiasaan yang baik pikirku.

Tentang si 9 bulan, mulai dari matanya terbuka sampai tidur lagi dia tidak akan berhenti bergerak, sekalipun untuk makan dan mandi (biasanya saat dia makan harus dipasangkan seat belt di kursi bayi yang sudah dimodifikasi karena tingkah polahnya).

Gerakannya sangat cepat dan kuat, ditinggal menoleh ke arah lain maka dipastikan dia sudah berpindah sekitar 3 meter didepan kita dengan ‘berangkang’. Jika dia menemukan benda apapun dalam perjalanannya (sekalipun itu sehelai rambut, semut yang jalan sendirian, sebutir nasi yang tercecer, apalagi benda besar) seketika dia akan mengerem laju dengkul-telapak tangannya untuk sesaat melihat, mengambil, dan memasukan benda itu ke mulut. So, apa yang akan dilakukan ketika beberapa waktu atau setiap hari menjadi supervisornya?

Suatu waktu pernah si 9 bulan itu saya angkat dan gendong keluar rumah atau duduk2, tak akan bertahan lebih dari 5 menit dari posisi stagnan, maka dia akan meminta saya untuk kembali bergerak, berjalan, atau minta dibebaskan. Ketika dia mendengar suara mesin mobil maka dia aka sangat antusias mencari sumber suara itu. Si 9 bulan bulan punya hobi cukup unik menurutku, yaitu menemani sang ayah utak-atik mesin mobil atau perkakas2 mesin. Dia akan sangat setia menemani ayahnya, dan dia akan sangat senang sekali jika diberi kepercayaan untuk memegang apa yang dipegang sang ayah, seperti obeng dsb. Menurut sang ayah si 9 bulan bisa dipercaya untuk menjadikan obeng sebagai mainan pilihannya (alhasil jika diminta memilih boneka pink atau obeng, maka… kita tahu apa yang akan dipilihnya bukan?). Hmmm.

Dalam satu kesempatan, sebutlah ’kids gathering night’, si 9 bulan berkumpul dengan si 3 tahun, dan si 2 tahun. Secara silsilah si 9 bulan lebih tua dari si 3 tahun dan si 3 tahun yang paling muda di antara mereka bertiga (dan silsilah itu memperngaruhi sebutan panggilan).
Entah pengaruh secara psikologis atau bagaimana, si 3 tahun memang nampak paling manja dan semua keinginannya harus dituruti oleh 2 yang lain. Begitupun si 9 bulan,nampak lebih dewasa. Contoh saja dalam perebutan benda atau mainan. Si 9 bulan akan sangat legowo ketika si 3 tahun merengek meminta benda yang sedang dipegangnya. Dia akan tertawa dan mencari mainan lain (tanpa konflik dan air mata).

Berikut ini adalah potongan adegan yang menurut saya paling menarik. Saat si 3 tahun memukul-mukul ayahnya (karena tidak diambilkan barang yang dia minta), saat itu pula si 9 bulan menatap tajam si 3 tahun dengan alis berkerut (padahal sebelumnya dia sedang asik bermain dengan si 2 tahun), tatapan itu berlangsung dengan durasi beberapa menit. Tak lama setelah itu…apa yang terjadi adalah si 9 bulan mempraktekan tingkah yang baru saja dia rekam dan fotokopi. Mirip sekali dari apa yang ia tiru. Saat bundanya datang dan mendengar cerita tadi, sang bunda berkata ”Dia nggak pernah disetelin TV karena dia cepat meniru apa yang dilihat”.
Sang bunda si 9 bulan pernah bercerita, ketika bundanya berpakaian agak rapi dan memakai jilbab, biasanya si 9 bulan langsung gelisah menatap sang bunda sambil menarik-narik jilbabnya. Menurut penafsiran sang bunda itu berarti si 9 bulan minta diganti pakaiannya dan dipakaikan jilbab juga. Dan biasanya kalau ayah bundanya merencanakan atau berkata ”dek…nanti kita main ke tempat bude ya…naik mobil, nanti di sana, bla bla bla…”, maka si 9 bulan tidak akan tenang sampai dia benar2 didandani dan diajak masuk ke mobil untu berangkat pergi. Kegelisahan dia terlihat dengan sikap tak biasanya (tidak asik bermain), cenderung memperhatikan ayah bundanya yang sekedar melintas di depannya atau keluar masuk ruangan (mungkin dia pikir ayah bundanya lagi sibuk siap-siap mau pergi).

Selalu saja merasa takjub jika menyaksikan tingkah polah atau sekedar mendengar cerita tentang anak-anak. Otak mereka seperti spon yang sangat cepat meyerap. Mereka seperti halnya mesin fotokopi terhebat atau plagiator terhandal di dunia. Hmm…bagi orang tua (ayah bunda, atau orang2 disekelilingnya) memang harus sangat bijak bersikap.

Kita juga pernah mengalami masa seperti mereka. Menurut saya, bagaimana saya sekarang tidak akan lepas dari bagaimana saya (atau saya dibagaimanakan) pada masa saya seperti si 9 bulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: