Dwi Widya's


Sponge Brain (Si 2 Tahun)

Posted in Aulade Gemilang oleh Dwi Widya pada November 5, 2009

Pernah melihat anak usia 3 tahun hafal ber juz-juz Al-qur’an? Sekarang tidak sulit menemukannya, tak jarang saya mendengar profil keluarga pasangan yang ‘alim, anak-anaknya telah hafal Al-Qur’an di usia yang sangat belia. Hal itu bisa lho terjadi pada keluarga kita (aamiin). Tapi tergantung pada kehendak Allah dan kehendakNya bisa tergantung pada ikhtiar orang tua dan lingkungannya, ya kan.

Sering juga melihat banyak orng tua yang bangga, tersenyum-senyum jika melihat anak-anak mereka yang masih balita atau sudah TK sedang bernyanyi. Ya iyalah, pastinya itu prestasi untuk anaknya dan orang tuanya. Sebentar…nyanyi apa ya? Ternyata lagu-lagu yang dia hafal lagu yang sering ada di acara musik televisi. Hmmm, tak diragukan lagi pasti lagu orang gede. Yup. Fenomena ini pernah membuat salah satu komentator acara ajang bakat menyanyi anak-anak di salah satu TV swasta berkata ”mulai sekarang kalian pilih lagu anak-anak aja deh, kalaupun milih lagu orang dewasa yang liriknya jangan yang cinta-cintaan”. Mungkin saking seringnya para kontestan anak-anak memilih lagu dewasa untuk menunjukan kemampuan menyanyinya (otomatis gaya, dandanan dan pakaiannya menyesuaikan lagu dong), membuat si komentator semakin khawatir.

Ilustrasi di atas sama-sama dalam konteks daya ingat si kecil. Keren ya. Begitupun dengan si 2 tahun. Di waktu liburan yang sama dengan si 9 bulan, si 2 tahun menunjukan kehandalan daya serap ’sponge brain-nya’. Dalam perjalanan menggunakan mobil, dia berteriak ke ayahnya ”pak setel Osa pak, dedek mau Osaaa…”. ” Osa apa sih?” kataku.
Tak lama kemudian terdengarlah alunan merdu suara Rossa melalui CD, ternyata Osa adalah penyanyi favorit si 2 tahun. Sepanjang perjalanan, selama si 2 tahun masih terjaga dan belum bosan, maka tak ada yang boleh mengganti CD itu, walaupun sudah berkali2 diputar. So pasti ia pun bernyanyi bersama ’Osa’ walaupun dengan artikulasi yang kurang jelas. Hmmm?!!!. Walau begitu, ”Si 2 tahun juga hafal lho doa-doa sehari-hari, misal doa bangun tidur, doa makan,.. ” . Aku lupa doa apalagi yang disebutkan, seingatku banyaknya tak sama dengan atau lebih dari judul lagu ’Osa’ yang dia hafal.

Setiap anak itu istimewa. Setuju kan. Si 2 tahun pun demikian. Saat itu dia sedang menyukai satu hal yang bagiku membuatnya istimewa. Setiap ia bertandang ke rumah orang, matanya akan bekerja layaknya sensor piring, mangkok, dan sendok. Bukan kebetulan, selalu ada momen saat pemilik rumah membuka suati laci/lemari/rak yang isinya benda-benda tadi. Sensor itu langsung menangkap dan memastikan benda yang ia inginkan. Setelah benar-benar match, maka akan terdengarlah suara dari mulut mungilnya ”itu…itu… apa…itu? dedek pinjem ya…”. Dan sang pemilik tumah dengan senang hati menjawab ”Oh, mau main masak-masakan ya..boleh-boleh,, sini diambilkan ya.”
Berselang beberapa menit ia segera mengambil posisi untuk menata perkakasnya. Berlaku seolh sedang memasak, dan menata makanan untuk banyak orang. ”Ntar ya..dedek masak dulu.. ” (sambil mengaduk-aduk mangkok kosong), ”ini buat bude…ini mas, ini bapak, ini ibu”. Ia bagikan kami masing-masing satu mangkok dan piring. Kmi semua kompak berkata ”wah…makasih ya, pasti enak”. Sambil berpura-pura menikmti hidangan si 2 tahun, setelah selesai kami kembalikan mangkok-mangkok itu. Si 2 tahun mengumpulkannya satu persatu sambil berucap ”kalo udah dedek cuci dulu ya”. So sweet, isn’t it?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: