Dwi Widya's


Masih bisa diam?

Posted in Mar'ah Shalihah oleh Dwi Widya pada November 11, 2009

Feminis Italia Sebut Nabi Pedofil
MILAN–Aktivis gender dan mantan anggota parlemen dari kelompok sayap kanan Italia, Daniela Santanche, telah menimbulkan kontroversi karena menyebut Nabi Muhammad sebagai seorang “poligamis dan pedofil” dalam sebuah acara debat di siaran TV. Santanche muncul dalam program TV yang ditayangkan siaran komersial Canale 5 dan berdebat dengan presiden Islamic Centre Milan, Ali Abu Schwaima, akhir pekan kemarin.
“Muhammad itu poligamis dan pedofil karena dia punya sembilan istri, dan salah satu istrinya berusia 9 tahun, dan itu merupakan fakta sejarah,” kata Santanche.
Santanche merupakan mantan ketua partai post fasis Nationale Alliance, dan sekarang memimpin partai ekstrem kanan La Destra.
Perkataan Santanche tersebut telah memicu kemarahan Schwaima dan penonton Muslim, yang diundang untuk berpartispasi dalam debat tentang boleh tidaknya memasang salib di kelas-kelas Italia setelah hal itu dilarang oleh Pengadilan Eropa perihal hak-hak kemanusiaan. “Mengapa kita tidak bicara tentang hal-hal serius, bukan seperti komentar-komentar Anda yang memuakkan itu,” seru Schwaima pada Santanche.
Santanche balas membentak, “Bagi kami, Muhammad adalah seorang pedofil.”
“Anda hanya menunjukkan kebodohan orang-orang seperti Anda yang tak memiliki argumen lain untuk membantahnya,” seru Schwaima mengarahkan telunjuknya pada Santanche.
Dalam acara tersebut, Schwaima menyatakan bahwa salib-salib semestinya tidak perlu disingkirkan dari kelas-kelas di Italia, karena, “Bagi kami, Kristus merupakan salah satu dari lima nabi utama dan kami menghormati dia, dan juga tanda salib.”
Tapi Santanche tidak peduli dengan pernyataan Schwaima. “Kami tak akan pernah mendengarkan Muhammad, yang merupakan seorang poligamis dan pedofil, “ jerit Santanche.
Pihak TV menyatakan tidak bertanggung jawab atas insiden yang terjadi dalam acara tersebut. “Saya dan staff tak punya kaitan apa pun atas komentar-komentar yang menyinggung Islam tersebut,” kata pembawa acara Domenica Cinque, Barbara D’Urso, setelah acara itu berakhir.
Santanche ikut pemilu parlemen kelas bawah mewakili partainya La Destra tahun lalu, namun partainya gagal mencapai threshold 4% suara yang dibutuhkan untuk memasuki tahap pemilu parlemen umum berikutnya.
Tahun kemarin, Santanche ikut dalam aksi protes dari kelompok sayap kanan yang menolak bekas velodrom Milan (arena balap sepeda) digunakan sebagai masjid.
Ia juga menentang para wanita Muslim pakai burqa di Italia. Santanche bahkan menyerukan pembukaan kembali tempat-tempat pelacuran di Italia. adnkronos/taq

dari http://www.republika.co.id/berita/88588/Feminis_Italia_Sebut_Nabi_Pedofil

Orang-orang seperti inilah yang perlu kita sambut semangatnya. Dia (She) yang tanpa hujjah saja bisa bergerak, of course so do we (plus hujjah mulia). Bukan dengan debatan atau umpatan tak berbekas. karena itu akan semakin membakar semangatnya. Melainkan dengan karya dan kiprah nyata, hingga dengan sendirinya pengaruh mereka akan terbasmi dan suara mereka tak lagi nyaring, serta hingga anak-anak dan pemuda bisa menghirup ‘udara bersih tanpa polusi’. Meski butuh waktu lama dan perjuangan yang super extra. Yups…smaangaaat!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: