Dwi Widya's


Menyukai yang Dikerjakan

Posted in Hikmah oleh Dwi Widya pada Januari 5, 2010

‘Menyukai yang Dikerjakan’

Tahukah, perkataan siapa itu? Bukan sabda Nabi saw dan bukan pula perkataan seorang ulama besar. Seorang sahabat, saudara, sekaligus guru pernah berkata demikian dalam sebuah acara. Saat itu sekitar 7-8 tahun yang lalu. Dan sepertinya saat itu tak cukup mampu untuk langsung mencerna maknanya. Kalimat sederhana itu terlontar ketika ia menjawab pertanyaan “Apa motto hidup Anda?”. Sepintas saat itu tidak terdengar seperti motto hidup yang luar biasa, seperti halnya jihad fiisabilillah, atau sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain, atau motto hidup lainnya yang teruntai dalam kalimat yang berat. Beliau sempat menjelaskan maksud kalimat itu adalah “apapun yang menjadi tugas kita, pekerjaan kita, atau amanah yang diembankan kepada kita, haruslah dilakukan dengan rasa suka”. Seseorang spontan berkata “bukannya memang biasanya orang melakukan apa yang dia sukai, kenapa harus mengerjakan hal yang tidak disukai?”. Beliau hanya tersenyum.

Beberapa waktu setelah itu, seiring dengan interaksi dengan saudaraku itu. Ternyata motto hidupnya begitu dalam, tak kalah istimewa dengan motto hidup lain dengan kalimat yang terkesan berat. Makna ketauhidan yang menjadi landasan hidupnya. Tentang keyakinan dan kepasrahan yang tepat. Tak bisa dielakan bahwa apa yang pernah atau saat ini terjadi pada diri seseorang (apakah itu sesuai dengan perencanaannya ataupun tidak) tentu tidak (akan pernah) lepas dari kuasanya. Takdir.

Menyukai segala hal yang kita kerjakan berarti memasrahkan hati atas segala ketentuannya, ikhlas dengan segala pemberiannya berupa waktu-waktu yang terisi dengan berbagai aktivitas, mengoptimalkan segala anugerahNya berupa potensi internal dan eksternal untuk menjalankan suatu pekerjaan/amanah/tugas dihadapan kita saat ini juga.

Bukan tidak sulit untuk merealisasikannya. Teringat suatu peristiwa, dimana saat itu tak bisa memilih, atau mungkin tak sanggup memilih, sampai akhirnya jatuhlah tugas atau pekerjaan itu di tangan dan pundaknya. Tugas yang tidak ringan, tapi banyak orang pernah berhasil melaluinya. Namun terasa begitu lama dan berat, serta sulit sekali tugas itu. Bukan tidak berupaya, namun waktu-waktunya juga diisi dengan menghitung hari (sampai hari tugas itu berakhir), berharap waktu segera berlalu. Akhirnya ada kesempatan emas yang terlewatkan (kesempatan untuk meng-improve diri, meluaskan ruang lingkup, dll), juga kehilangan ruang-ruang investasi yang kata seorang teman lainnya ‘bau surga’. Perasaan lega mungkin hinggap pada akhir fase itu, namun penyesalan ternyata ingin masuk lebih dalam.

Jika ada yang berkata “kenapa harus melakukan atau mengambil sesuatu yang tidak kita suka jika ada banyak hal menyenangkan bisa kita ambil?”. Maka, demikian pun tak salah baginya, namun cukup baginya mendapatkan dan melakukan apa yang Allah tunjukan dan berikan sebaik mungkin. Tidak akan rugi dan menyesal selama bertolak dari landasan pacu yang tepat, dengan tetap berikhtiar dalan perencanaan dan mengevaluasinya. Kesungguhan pun menjadi kuncinya.

Menyukai yang dikerjakan. Prinsip yang ternyata terformulasi dari kefahaman yang dalam akan makna hidup; niat yang tulus dan jujur; keberanian untuk menghadapi tantangan sekligus peluang; keyakinan sekaligus pembuktian dari keyakinannya; rasa syukur atas banyaknya nikmat dari Pemilik hidup sesungguhnya; ikhtiar untuk memberi kontribusi dalam setiap tempat kebaikan,…dan mungkin lebih banyak lagi hal yang turut andil dalam formula tersebut.

Hmm…semoga selalu bisa seperti itu ya…Innamal a’maalu biniyyaati

To someone special over there….Jazakillah. I got a lot of inspirations, brilliant ideas, and motivating influences. I’ll keep all of them, Insya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: